Perubahan iklim merupakan ancaman besar bagi populasi dunia dan disebabkan oleh pemanasan global akibat aktivitas manusia yang meningkatkan kadar gas rumah kaca. Ini mengakibatkan suhu global yang tinggi yang mengancam kualitas udara dan air, ketahanan pangan dan air, infrastruktur ekonomi dan kesehatan masyarakat, serta keselamatan masyarakat. Perubahan iklim memiliki dampak tidak hanya terhadap individual tetapi juga kepada masyarakat pada kesehatan manusia. Kondisi ketidaksetaraan kesehatan yang ada akan memperburuk dampak yang ditimbulkan dan kelompok rentan seperti perempuan, anak anak, lansia semakin terpinggirkan.
Perubahan iklim semakin membahayakan kesehatan global dengan panas ekstrim, kekeringan dan meningkatnya suhu sehingga berdampak pada meningkatnya resiko terhadap kesehatan. Ini mengakibatkan kerugian ekonomi dan sistem kesehatan terutama pada negara negara yang berpenghasilan rendah. Faktor lingkungan mempunyai dampak signifikan terhadap kesehatan reproduksi terutama di kalangan perempuan yang tinggal di daerah yang padat lalu lintas dan terpapar polusi udara dan suhu yang ekstrem. Adanya kesenjangan pengetahuan untuk kesehatan reproduksi terutama perempuan yang menanggung beban resiko yang tidak sama karena ketidaksetaraan.
SMK Muhammadiyah, Banda Aceh merupakan sekolah kejuruan swasta, dan telah melahirkan banyak alumni. Berdasarkan diskusi yang dilakukan dengan kepala sekolah dan guru, edukasi perubahan iklim dan kesehatan reproduksi masih belum pernah dilakukan, sementara di sekolah ini ada 200 siswa/siswi yang sedang menempuh pendidikan. Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman siswa/siswi dan berkontribusi terhadap Visi SMK Muhammadiyah Banda Aceh yaitu mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, mandiri dan berakhlak mulia. SMK Muhammadiyah Banda Aceh yang terletak di pusat kota Banda Aceh yang merupakan wilayah pesisir, dimana sering mengalami cuaca ekstrim akibat dari perubahan iklim. Perubahan iklim berdampak signifikan pada wilayah pesisir, dengan efek yang ditimbulkan terutama kenaikan suhu mempengaruhi kesehatan manusia tertama pada populasi rentan kondisi ini menjadi landasan dan masukan kepada pembuat kebijakan untuk mulai peduli dan mengembangkan strategi yang tepat dan peyediaan lingkungan yang nyaman sehingga dapat mengurangi dampak dari perubahan iklim. Pada kondisi ini persoalan yang muncul adalah tingkat stres dan gangguan mental dikarenakan bencana iklim. Pada remaja yang mengalami masa peralihan dari anak anak ke dewasa, kondisi ketidakteraturan iklim dapat mengangggu hormonal yang memicu ketidakteraturan siklus menstruasi, karena kurangnya edukasi keterkaitan antara perubahan iklim, kesehatan mental dan kesehatan reproduksi. Kondisi ini jika tidak ditindaklanjuti dan diatasi akan berdampak jangka panjang bagi generasi muda, yang berakibat terhadap kesejahteraan mereka. Perubahan iklim menimbulkan risiko bagi aspek diatas dan mengancam hak hak dasar anak anak dan remaja dimana mereka merupakan calon pemimpin dan agen perubahan yang akan mengambil keputusan dalam menghadapi kondisi iklim yang semakin parah. Tindakan yang memitigasi perubahan iklim penting dalam melindungi generasi remaja saat ini dan di masa mendatang. Pengetahuan remaja tentang perubahan iklim merupakan salah satu faktor yang harus ditingkatkan agar remaja dapat mengambil tindakan mitigasi perubahan iklim untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang baik bagi diri mereka sendiri dan generasi mendatang. Kelompok muda di Indonesia termasuk yang berisiko paling tinggi mengalami dampak perubahan iklim, yang mengancam kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan mereka, beberapa studi menunjukkan bahwa pengetahuan tentang perubahan iklim di kalangan remaja Indonesia masih rendah dan ini menunjukkan literasi perubahan iklim di sekolah masih belum optimal dan ini harus didukung oleh kebijakan pemerintah .
Pengabdian kepada masyarakat ini adalah inisiasi positif untuk mengatasi kesenjangan dan permasalahan yang dialami oleh remaja . Edukasi kepada remaja penting dilakukan agar meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan ketrampilan untuk melakukan perubahan dan pembaharuan mengurangi dampak perubahan iklim dan dan meningkat kesadaran dalam memperhatikan kesehatan reproduksi mereka. Peningkatan kapasitas dan pengetahuan yang terintegrasi antara pendidikan iklim, kesehatan reproduksi, dan keberlanjutan lingkungan masih minim dilakukan oleh sekolah, masih minim pengetahuan untuk isu perubahan iklim dan kesehatan reproduksi masih belum didiskusikan secara terbuka terutama di kalangan remaja. Dengan mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan remaja dapat melakukan perubahan dan pembaharuan untuk masa depan yang lebih baik. Strategi lainnya adalah dengan melakukan kampaye melalui media sosial dengan bahasa mudah dipahami, menarik dan konten positif.
Kegiatan ini diawali dengan test awal (pre test) untuk melihat kemampuan awal peserta dan kemudian menyesuaikan dengan materi yang akan diberikan, dan setelah materi diberikan dilakukan test akhir (post test) apakah ada peningkatan pemahaman. Dari pre test dan post test yang dilakukan ada kenaikan pengetahuan yaitu sebesar 20%. Partisipasi dan minat siswa/siswi ketikan mengikutikan kegiatan sebagian besar meyimak dengan seksama dan ada sebagian kecil yang tidak memperdulikan, dan sebagian besar yang fokus dengan memperhatikan adalah pelajar perempuan.
Rencana ke depan yang akan dilakukan adalah terus mendorong siswa/siswi untuk lebih memperhatikan pelestarian lingkungan dengan mengurangi pemakaian wadah kemasan/membawa wadah sendiri, sekolah melakukan pemilahan sampah organic dan non organic dan keberlanjutan dengan edikasi rutin kepada remana akan dampak dari perubahan iklim terhadap kesehatan mereka khususnya kesehatan reproduksi remaja.
Selanjutnya untuk ke depan sekolah akan memperluas edukasi, memperkuat peran siswa/siswi sebagai agen untuk peduli lingkungan, membangun kolaborasi dengan pihak lain.





